Bab III

Komponen dan style pada Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web

A. Komponen pada Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web

Multimedia Interaktif adalah multimedia yang sudah dipenuhi dengan alat pengendali yang dapat digunakan oleh user untuk mengeksekusi, sehingga dengan mudah user(pengguna) bisa mengendalikan eksekusi menurut kebutuhan. Menggabungkan image, animasi, video, dan audio pada multimedia Interaktif Berbasis Web berarti menggabungkan unsur media Interaktif tersebut kedalam sebuah situs Web

1.Implementasi pada unsur Media Interaktif

Penggabungan unsur media Interaktif pada Adobe Flash CS6 adalah sebagai berikut.

A. Menggabungkan Teks

Secara mendasar, terdapat dua jenis teks yang dikenali dalam perangkat lunak Adobe Flash, yaitu (Embed) pada file SWF serta device font yang Digunakan sesuai dengan font pada komputer yang bersangkutan.

1.Menulis dengan Teks tools

2Mengedit tulisan

3.Panel character

4.panel paragraph

5.panel text option

6.static text

7.dynamix text

8.input text

B. Menambahkan image (gambar)

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum menambahkan image (gambar) adalah memiliki situs Web dengan team yang menarik agar menarik perhatian para pengunjung (visitor). Pada dasarnya, terdapat dua prosedur yang dapat digunakan untuk memasukkan gambar di Adobe flash, yaitu.

1.Import to library

2.Import to stage

C. Menambahkan Animasi

Kepopuleran animasi flash sudah tidak diragukan lagi, terutama bagi para pemula yang baru belajar membuat Animasi untuk multimedia Interaktif. Langkah awal yang harus dipenuhi dalam menambahkan Animasi adalah menyiapkan gambar-gambar yang akan digerakkan.

Penerapan multimedia Interaktif

D. Menambahkan audio

Suara menjadi salah satu elemen dari sebuah aplikasi multimedia Interaktif yang cukup vital. Dalam half ini, suara bisa berupa efek suara ketika tool ditekan, background music, suara during dari sebuah karakter, suara- suara alam, ataupun jenis-jenis efek suara lain.

E. Menambahkan video

Di masa sekarang, file video dapat dijumpai dengan berbagai format misalnya 3GP, AVI, FLV, MKV, MOV, MP4, AMV, dan sebagai nya. Cara term udah untuk mendeteksi sebuah file video bisa dikenali oleh flash dapat dilakukan dengan melakukan poses impor.

1.Menyiapkan file video

2.Mengimpor video

2.penggabungan image, Animasi, audio dan video

Agar aplikasi lain dapat menggunakan file flash maupun menyinpan isi dari flash movie ke dalam format file terpisah, maka pada proves persiapan file tersebut dapat dimanfaatkan fasilitas/perintah Export MOVIE dan Export image. Perintah Export Image digunakan untuk Mengirim isi dari frame /image aktif yang dipilih maupun pada frame tunggal dari flash player movie.

B.STYLE PADA MULTIMEDIA INTERAKTIF
Informasi memegang peranan penting dalam berbagai bidang kebutuhan menusia, sehingga dunia teknologi dapat berkambang dengan pesat. Informasi tersebut tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang membuat segalanya lebih dinamis dan efisien.

pada umumnya, untuk membuat Multimedia Interaktif dengan tampilan menarik beserta kemudahan dalam mengubah tampilan layar berkaitan erat dengan kinerja style CSS (Cascading Style Sheet). CSS juga dapat diterapkan pada elemen-elemen HTML Multimedia diataranya pada Teks, Gambar, Audio dan Video.

Pengaturan Style pada Teks
Dalam pengaturan style teks meliputi beberapa jenis rangkaian properti, diantaranya pewarnaan, spasi, jenis font, style font, color font, dan sebagainya, yang dapat dikondisikan dalam kemasa CSS. Beberapa properti CSS antara lain sebagai berikut :
Tabel Properti CSS
No Properti Keterangan
1 Color Mengatur warna pada teks/ script yang hendak dituju
2 Direction Menentukan arah tulisan atau teks pada script terkait
3 Letter-Spacing Menambah atau mengurangi properti dari spasi antarkarakter dalam suatu teks
4 Line-Height Mengatur tinggi barisnya suatu teks
5 Text-align Bertugas memberi rata atau batas teks secara horizontal
6 Text-decoration Menentukan hiasan/ dekorasi pada teks
7 Text-indent Bertugas mengatur jarak inden dalam baris pertama dalam teks blok
8 Text-Shadow Bertugas menentukan efek dari bayangan pada suatua teks
9 Text-transform Bertugas mengatur dari teks kecil hingga besar
10 Unicode-align Bertugas mengeset unicode
11 Vertical-align Mengatur dari batas teks seacara horizontal
12 White-space Mengatur dari penulisan white-space pada suatu elemen
13 Word-spacing Menambahkan atau mengurangi spasi antarkata dalam teks
Pengaturan Style pada Tampilan Gambar
Style sangat berperan dalam menyajikan suatu sinformasi visual agar terlihat lebih baik serta lebih optimal jika dilihat dari sisi nonpenulisan, sehingga lebih disukai oleh mesin pencari (search engine). Dalam hal ini penggunaan Cascading Style Sheet (CSS) dapat diterapkan pada semua objek yang ingin disisipkan dalam bentuk tag-tag tertentu, misalnya bentuk tulisan, tabel, gambar, maupun objek lainnya. Guna memberi pengaturan dalam penggunaan gambar pada umumnya dapat diterapkan secara inline, misalnya dengan format pemanggilan berikut.
<img src=’nm-filegbr’ width=’lebargbr’ height=tinggigbr’alt=’kata-kuncigbr’ title=’judulgbr’ border=’garistebal’ />


Pengaturan Style pada Tampilan Audio
Sebuah halaman website yang dibuka adakalanya diiringi denga nmusik (audio) dengan menambahkan elemen untuk memanggil file musik didalamnya. Beberapa atribut yang dapat digunakan pada elemen suara, yaitu sebagai berikut.
No Properti Keterangan
1 Balance Mengatur keseimbangan suara kiri dan kanan
2 Loop Banyak perulangan main yang dilakukan
3 Volume Mengatur Volume suara
Dalam hal ini, elemen yang digunakan adalah tag <bgsound> dengan atribut “src” nama dile suara. Misalnya <bgsound src=”musikakustik.wav”>. Disamping elemen tag <bgsound>, terdapat elemen <embed> yang dapat digunakan untuk memanggil file suara. Elemen tersebut membutuhkan atribut “src” untuk menentukan file suara yang akan dimainkan pada halaman website, misalnya <embed src=”musikakustik.wav”></embed>. Penggunaan elemen <embed> secara otomatis memunculkan “control panel” pada aplikasi multimedia yang terpasang pada sistem, sekaligus sebagai aplikasi default dalam memainkan file multimedia. Beberapa jenis atribut yang dapat digunakan pada elemen <embed> adalah sebagai berikut.
No

Atribut

Keterangan

1

Align

Mengatur posisi kontrol multimedia

2

Alt

Menampilkan informasi alternatif

3

Height

Mengatur tinggi kontrol

4

Width

Mengatur lebar kontrol

5

Autostart

Nilai true untuk dimainkan otomatis, false untuk manual

6

Hidden

Nilai true untuk menyembunyikan kontrol

7

Loop

Nilai true untuk mengulang terus-menerus



Pengaturan Style pada Tampilan Video
Salah satu contoh paling mudah melihat style jenis ini dapat ditemukan pada video amded dari Youtube secara langsung dari fitur online yang di-frame/embeded-kan pada website youtube ataupun web video lainnya.
Contoh perintah-perintah script yang digunakan adalah sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>Tampilan video dari YOUTUBE</title>
<style>
.video Wrapper {position: relative;

padding-bottom: 50%;
padding-top: 20%;
height: 0;

.video Wrapper iframe {position: absolute;

top: 0;
left: 0;
width: 100%
height: 100%}

</style>
</head>
<body>
<div class=’video Wrapper’>
<!–Tampilan video dari YOUTUBE –!>
<iframe width=’590′ height=’379′ src=’https://www.youtube.com/watch?……&#8230;.’frameborder=’0′ allowfullscreen></iframe>
</div>
</body>
</html>

C. Mengevaluasi produk web

Kualitas sebuah website tergantung kepada pengujian dan pengawasan terhadap kualitas website itu sendiri. penambahan media interaksi pada sebuah website menambah daya tarik tersendiri pada website tersebut. Oleh sebab itu, keberhasilan website beserta produk nya tergantung pada kemampuan menarik perhatian seseorang untuk menghabiskan waktu menjelajahi website tersebut.

1.parameter sebuah web

Pada dasarnya, situs web (website) bisa diterjemahkan sebagai sebuah produk teknologi informasi yang paling populer, meskipun banyak dijumpai banyak website yang hadir tanpa disertai kualitas bags, sehingga kurang mampu menyampaikan informasi yang dibawa. Secara umum terdapat beberapa parameter yang paling sering digunakan dalam menilai sebuah website yaitu sebagai berikut.

A. Aksesibilitas (Accessibility)

Accessibility sebagai sebuah parameter yang menjelaskan seberapa bail sebuah website jika dilihat dari aspek pengaksesan, misalnya website tersebut dapat diakses menggunakan teknologi terbaru Seperti melalui ponsel atau PDA.

B, isi (content)

Pada dasarnya, content adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian atau evaluasi. Dalam hal ini, content sebagai sebuah parameter yang menjelaskan tentang isi dari website yang bersangkutan.

C. Keterbacaan (readability)

Readibility sebagai sebuah parameter yang berhubungan dengan kenyamanan pada saat dibaca dan kemudahan pengakses dalam membaca dan mengerti isi situs tersebut.

D. Kecepatan (speed)

Speed Sebagai sebuah parameter yang berhubungan dengan kecepatan loading sebuah situs/website.

E. Teknologi (technology)

Teknologi sebagai sebuah parameter yang berhubungan aplikasi yang digunakan dalam pengembangan website tersebut misalnya teknologi yang digunakan dalam segi mendesain website dan komposisi desain yang dibangun.

2.evaluasi website

Evaluasi terhadap situs web beserta produknya bertujuan untuk mengetahui kegunaan atau (usability)

situs website tersebut bagi user atau (pengguna) . secara umum dalam penilaian suatu web mayoritas dilakukan oleh lembaga pemeringkatan. Dalam hal ini setiap mesin peringkat telah dilengkapi dengan parameter-parameter penilaian tertentu.

A. Self-congruity dan flow

Seorang desainer multimedia harus benar-benar memahami elemen terpenting dalam membuat sebuah website yaitu teknik merancang tampilan website yang menarik.

1.self-congruity

2.flow

B. Metode Evaluasi yang Digunakan

1.Menilai outer model

2.menilai inner model

C. Menentukan Nilai Rata-rata jawaban Responden

Pada dasarnya menentukan nilai rata-rata jawaban responden terhadap setiap item pernyataan untuk setiap variabel dengan kriteria penilaian berdasarkan kategori yang disusun dengan interval kelas 0.8.selanjutnya disusun kriteria penilaian rata-rata jawaban responden yang disajikan pada sebuah tabel.

Bab II

Prinsip-prinsip Dasar dan prosedur pengoperasian Aplikasi Multimedia Interaktif Berbasis Halaman Web dan Media Interaktif

A. Prinsip-prinsip Desain User Interface pada Multimedia Interaktif

Gambar 2.1 Firstlincoln dotnet

PROSEDUR PENGOPERASIAN APLIKASI MULTIMEDIA INTERAKTIF

A. Prinsip-prinsip Desain User Interface Pada Multimedia Interaktif
Desain antar muka dapat digunakan sebagai pendukung kegiatan dengan tujuan utama membuat efek secara sederhana dan efektif.

Perkembangan User Interface
Beberapa generasi user interface diantaranya:

Sistem Berkelompok
Sebagai generasi pertama dengan tampilan yang masih sederhana.

Semua perintah memerlukan perantara kerja secara berkelompok sebelum hasil keputusan dicetak.

Berbasis Arahan (sistem perkongsian)
Sistem yang menggunakan antar muka baris-arahan berupa mesih yang dikenal dengan tele-type (TTY) seperti pada sistem DOS dan UNIX.

Sistem ini dikenalkan pada tahun 1960-an.

Sistem Layar
Menggunakan penghubung berupa layar CRT dan plasma.

Graphical User Interface (GUI)
Interaksi di dalam GUI merupakan interaksi secara manipulasi langsung dimana end-user berinteraksi dengan perwakilan-perwakilan visual objek melalui mouse atau piranti-piranti pointer yang lain.

Generasi Masa Depan
Anta muka jenis ini lebih berorientasi pada objek dan lebih menitikberatkan pada penambahan unsur animasi objek dan audio, termasuk di dalamnya terdapat unsur 3D (3 dimensi) pada antar muka modern dalam pembentukan diseputar dunia maya.

Tujuan dan Manfaat Desain User Interface
Menurut terminologinya, interface bisa diterjemahkan sebagai salah satunya penggunaan media komputer untuk berkomunikasi dengan manusia.

Manusia bertindak sebagai end-user.

Terdapat dua kategori di dalam user interface, diantaranya:

GUI
Text Based
Text Based menggunakan rumus (syntax) yang sudah ditentukan dalam memberikan perintah.

Prinsip Desain User Interface
Prinsip utama dalam desain user interface diantaranya:

Prinsip Compability
Prinsip ini dikategorikan menjadi tiga bagian, diantaranya:

Product Compablility
Adalah aplikasi perangkat lunak dapat menjaga produk yang dihasilkan jauh lebih baik.

Task Compability
Dapat dilihat dari proses instalasi suatu aplikasi yang mudah.

User Compability
Seorang desainer antar muka harus mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai karakter serta sifat dari end-user yang berbeda-beda.

Work Flow Compability
Adalah meminimalisir kesulitan dari end-user dalam menyelesaikan pengurutan pekerjaan pada sistem manual yang ternyata tidak ditemukan pada perangkat lunak yang dihadapinya.

Prinsip Consistency
Adalah sebuah sistem harus sesuai dengan real system produk yang dihasilkan.

Contohnya: perusahaan Mocrosoft membuat aplikasi berbasis office (Word, Excel, Power Point, Access) yang memiliki kesamaan dalam struktur menu, huruf, warna, dan lainnya.

Prinsip Control
Seorang software engineer harus merancang suatu kondisi yang mampu mengatasi dan menanggulangi hal-hal sederhana, seperti kesalahan entry atau ketik yang menyebabkan munculnya informasi bad command or file name, can’t rekognize input, illegal command, dan lainnya.

Prinsil Dirrect Manipulation
Adalah aplikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, sifat, karakteristik dari end-user.

Contohnya: tampilan VLC media player yang bisa dirubah warnya menjadi black metalic.

Prinsip Ease Of Learning And Ease Of Use
Karakteristik pada prinsip ini adalah kemudahan dalam memahami icon, menu, alur data, atau yang lainnya meskipun baru belajar dalam mengoperasikan perangkat lunak tersebut.

Prinsip Familiarity
Adalah memberikan tampilan yang mudah dikenali dan pengguna tidak merasa kesulitan dalam menggunakannya.

Contohnya: tampilan facebook

Prinsip Flexibility
Dalam prinsip bertujuan untuk membuat berbagai solusi penyelesaian suatu masalah.

Contohnya: penggunaan menu pada miscrosoft office.

Prinsip Invisible Technology
Salah satu aplikasi yang menganut prinsip ini adalah Speech Recognition yang memiliki kemampuan menerima input berupa suara (voice) dan mampu memprosesnya sehingga komputer dapat melakukan perintah yang diberikan oleh end-user.

Di bawah ini adalah tampilan dari Speech Recognition


Prinsip Protection
Bertujuan untuk menjaga kenyamanan pengguna pada saat menggunakan palikasi, terutama yang berhubungan dengan data pada saat pengguna melakukan kesalahan memasukkan data atau dalam mengeksekusi data.

Prinsip Rebotsness
Pada dasarnya interaksi manusia dengan komputer dalam berupa frase-frase menu atau error handling dapat terjadi saat merancang antarmuka.

Penggunaan kalimat bernuansa user friendly dapat dirasakan oleh pengguna selama menggunakan sistem.

Prinsip Responsiveness
Sistem yang baik akan langsung memberikan tanggapan (respon) dari data yang diinputkan.

Faktor pendukung dari prinsip ini adalah pada sifat dasar manusia yang semakin dinamis dan tidak mau menunggu lama.

Prinsip simpaty
Prinsip ini lebih menekankan pada kesederhanaan yang harus diperhatikan pada saat membangun sebuah interface, seperti tidak berbelit-beli, ringkas, memiliki bobot, serta tidak terlalu banyak menu.

Prinsip What You See is What You Get (WYSIWYG)
Informasi dalam prinsip ini sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh pengguna pada saat mencari data dan hasilnya sesuai dengan data pada aplikasi sistem perangkat lunak dan dapat langsung terlihat pada monitor.

Interaksi End-User
Beberapa tipe interaksi yang umum digunakan diantaranya:

Command Languages
System Menu
Natural Language
Question And Answer Dialogue
Form-files And Spreadsheet
WIMP Interface (windows, icon, menu, dan pointer)
Touch Screen
Prosedur Perancangan Interface
Tujuan perancangan ini adalah untuk rancangan antar muka yang efektif pada sistem perangkat lunak.

Posisi user design interface bukan hanya pada tampilan saja, tetapi mencakup gerakan tubuh dan suara.



Perancangan Tombol
Jenis tombol yang dirancang, diantaranya:

Pushbutton (tombol tekan)
Tombol tekan diantaranya:

Spin box
List box
Combo box
Label Box
Radio Button
Scroll Button
Perancangan Interface
Tahapan dalam perancangan antarmuka, diantaranya:

Tahap analisa informasi
Tahap perancangan antarmuka
Pada tahapan ini adalah:

Menjelaskan kegunaan dan tujuan dari antarmuka;
Menetapkan icon objek, views, dan representasi visual secara detail;
Merancang objek jendela menu secara tepat;
Memperbaiki rancangan visual yang akan ditampilkan.
Tahap pengembangan antar muka
Desain awal (prototype) identik dengan prosedur dalam membuat rancangan awal, mendemonstrasikan, serta pengujian antarmuka.

Tahap validasi
B. Prosedur Pengoperasian Aplikasi Multimedia Interaktif
Adobe Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama Action Script.

Persiapan Mengoperasikan Aplikasi
Adobe Flash termasuk aplikasi yang memiliki kemampuan dalam menggambar dan menganimasikannya.

Kebutuhan sistem
Spesifikasi komputer untuk menginstal aplikasi Adobe Flash

No. Kebutuhan Spesifikasi
1 Sistem Operasi Linux, MacOs, Ms. Windows, Solaris, dll.
2 Persyaratan Hardware Minimal Prosesor pentium 4, monitor (resolusi 1280×800 pixel), RAM 2GB, 1 GB Ethernet card 64bit, hardisk 200 GB, dan DVD-ROM drive
3 Aplikasi Pendukung QuicTime 7.6.6, DirectX 9, Java ™ Runtime Environment 1.6
Tahap instalasi aplikasi
Fungsi-fungsi Tool Aplikasi
Program Adobe Flash CS6 mempu mengolah teks maupun objek dengan efek 3D sehingga tampak lebih menarik.

Welcome Screen
Prosedur standar dalam mengaktifkan Adobe Flash CS6.

Tampilan Welcome Screen Adobe Flash CS6.


Workspace (paste board)

Komponen jendela utama Adobe Flash CS6, diantaranya:

Menu bar
Timeline
Panel overview
Color panel
Property inspector
Toolbox
Silahkan download materi disini

Bab . 1

Konsep dan Perancangan Alur Multimedia Interakif

.     Definisi Multimedia Interaktif

a.      Terminologi Multimedia

Secara umum Multimedia berasal dari dua kata dalam bahasa latin, yaitu multi dan medium. Multi memiliki arti bermacam-macam, sedangkan medium memiliki arti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu.. Sedangkan secara termologi (menurut istilah) multimedia bisa diterjemahkan sebagai penggunaan berbagai media yang berbeda untuk membawa atau menyampaikan informasi dalam bentuj teks, grafik, animasi, audio, video dan atau gabungan dari beberapa komponen tersebut. Beberapa ahli yang memberikan pengertian multimedia antara lain:

1)     Heinich, Russel, Molenda, Smaldino

Multimedia adalah bermacam gabungan dari satu atau lebih susunan media yang ada didalam bentuk informasi atau program.

2)     Hofstetter

Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool sehingga end-user dapat berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.

3)     Mc Comick

Multimedia adalah kombinasi dari tiga elemen yaitu s uara, gambar, dan teks.

4)     Rada

Multimedia adalah Gabungan dari berbagai media yang ada.

5)     Rosch

Multimedia adalah Kombinasi dari komputer dan video.

6)     Turban dan kawan-kawan

Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input dan output.Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik, dan gambar.

7)     Vaughan

Multimedia adalah suatu gabungan dari suara, teks, gambar, animasi, dan juga video yang diberikan dengan memakai barang elektronik seperti komputer dan lain-lain.

A. Klasifikasi Multimedia 

B. Komponen Multimedia

1)     Animasi

Perangkat Lunak Multimedia

Merupakan komponen-komponen yang terdapat di dalam data processing system berupa  program-program yang digunakan untuk mengontrol bekerjanya sistem komputer multimedia. Perangkat lunak multimedia dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

1. Bahasa Pemrograman Multimedia

Merupakan media (bahasa-bahasa) yang digunakan oleh programmer untuk menuliskan kumpulan-kumpulan instruksi (program) dalam multimedia. Menurut tingkatannya bahasa pemrograman multimedia dibagi menjadi 2, yaitu :

– Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah (Contoh : Assembly)

Dapat digunakan untuk membuat game (Nintendo Entertainment System / NES, SEGA, maupun Nemesis)

– Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi (Contoh : C, C++, Maupun visual C++)

Iklanabout:blankLAPORKAN IKLAN INI

Contoh lainnya adalah : Delphi, SQL Windows, Visual Basic, Java, dll

2. Perangkat Lunak System Multimedia

Terdiri dari sistem operasi dan program utility. Sistem operasi yang dimaksudkan adalah suatu system yang terdiri dari komponen-komponen software yang berfungsi untuk mengontrol seluruh kegiatan di dalam komputer. Beberapa system multimedia yang banyak digunakan, yaitu sebagai berikut :

– DOS (Disk Operating System)

– Windows 95 / 98 / 2000

– Windows NT / XP

– Linux

3. Perangkat Lunak Aplikasi Multimedia

Merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah beberapa media maupun informasi seperti teks, image / gambar, audio grafik, video, dll. Dilihat dari fungsi perangkat lunak multimedia terdapat banyak sekali jenis dari aplikasi multimedia, untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti di bawah ini :

– Media Player

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk memutar informasi yang telah disimpan dalam bentuk audio ataupun video. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dapat dengan langsung untuk memutar file bentuk audio ataupun video tersebut. Beberapa jenis dari aplikasi media player ini antara lain :

a. Windows Media Player, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Microsoft Corp.

b. Winamp, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Nullsoft Inc.

c. PowerDVD, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Cyberlink.

d. Musicmatch JukeBox, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Musicmatch Inc.

e. Real Player, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Real Network.

– Audio / Video Editor

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk mengedit ataupun memanipulasi informasi dalam bentuk audio ataupun video. Aplikasi-aplikasi jenis ini dapat digunakan untuk berbagai macam fungsi seperti : proses pemotongan, penggabungan, konversi, maupun manipulasi kualitas. Beberapa jenis dari aplikasi audio / video editor ini antara lain :

a. Adobe Premiere, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Adobe Systems.

b. Windows Movie Maker, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Microsoft Corp.

c. Pinnacle Studio, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Pinnacle Systems.

– Graphic / Image Viewer

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk melihat sebuah view dari gambar / image yang telah disimpan pada sebuah direktori. Aplikasi ini dapat digunakan untuk membaca file gambar yang saat ini telah banyak terdukung seperti : bmp (windows bitmap), jpeg / jpg (Image Terkompresi), gif (CompServ), png (Portable Network Graphic), ico (Icons Image), dll. Beberapa jenis dari aplikasi image viewer ini antara lain :

a. ACDSee, aplikasi komersial yang diproduksi oleh ACD Systems.

b. Microsoft Picture Manager, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Microsoft Corp.

c. Microsoft Picture and Fax Viewer, aplikasi komersial yang terdapat pada paket Microsoft Windows.

– Graphic / Image Editor

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk menulis, menggambar, mengedit ataupun untuk memanipulasi gambar secara interaktif pada sistem komputer. Aplikasi ini dapat digunakan untuk melakukan fungsi editing mulai dari fungsi yang sederhana hingga kompleks. Terdapat dua jenis image yang dihasilkan oleh image editor, yaitu bitmap image dan vector image. Beberapa jenis dari aplikasi image editor ini antara lain :

a. Adobe Photoshop, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Adobe Systems.

b. Corel Draw, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Corel Corporation.

c. Paint, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Microsoft Windows.

d. GIMP, aplikasi open source yang diproduksi oleh GNU General Public License.

– Animasi

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk membuat, mengedit ataupun untuk memanipulasi animasi secara interaktif pada sistem komputer. Animasi adalah gambar bergerak ataupun video dengan konten gambar yang fiktif seperti kartun dan gambar tidak rill. Beberapa jenis dari aplikasi animasi ini antara lain :

a. Macromedia Flash, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Macromedia Inc.

b. Houdini Animation Software, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Side Effect Software.

c. Power Animator, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Alias Systems Corporation.

– Graphic 3D

Merupakan jenis dari aplikasi multimedia yang digunakan untuk menmbuat, mengedit ataupun untuk memanipulasi informasi dalam bentuk gambar 3D. Gambar 3D merupakan representasi dari sebuah gambar di dalam geometri 3D (x, y, z). Beberapa jenis dari aplikasi graphic 3D ini antara lain :

a. 3D studio max, aplikasi komersial yang diproduksi oleh AutoDesk Media & Entertainment.

b. Maya, aplikasi komersial yang diproduksi oleh Alias Systems Corporation.

c. Blender, aplikasi open source yang diproduksi oleh GNU General Public License.

3)     Teks

A. Authoring berbasis halaman

Authoring yang bekerja berbasis halaman, buku atau kartu. Authoring ini menghubungkan halaman ke dalam urutan yang terorganisir.
Contoh :

1) Hypercard
adalah sebuah program aplikasi yang dibuat oleh Bill Atkinson untuk Apple computer. Sebuah bahasa pemrograman untuk memanipulasi data dan user interface.. Beberapa HyperCard pengguna dipekerjakan sebagai sistem pemrograman untuk Rapid Application Development aplikasi dan database.
2) Toolbook Assintant
adalah desktop authoring program yang khusus dirancang untuk kemudahan penggunaan.antarmuka intuitif adalah ideal bagi mereka yang ingin membuat e-Learning konten interaktif dengan cepat, tanpa pemrograman. Asisten ToolBook konten dapat diintegrasikan dengan LMS Aspen atau sistem manajemen lain pembelajaran berbasis standar.

B. Authoring berbasis icon
Menggunakan konsep flowchart untuk menampilkan diagram alir aktivitas sepanjang jalur percabangan.
Contoh :

1) Microsoft Power Point
adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran.

2) Macromedia Authorware
adalah sebuah bahasa pengatur grafik berasaskan carta aliran. Model carta aliran Authorware membedakannya dari pada alat-alat pengarangan yang lain seperti Adobe Flash dan Macromedia Director yang bergantung kepada sebuah struktur visual, garis masa, dan skrip.

C. Authoring berbasis waktu
Merupakan pengembangan paket multimedia sebagai pengorganisasian objek sepanjang lini waktu.
Contoh :

1) Macromedia Director MX
adalah kuat multimedia authoring tool untuk membuat konten yang kaya interaktif menarik ditempatkan di / DVD-ROM CD, kios, dan Internet.

2) Macromedia Flash
adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension. Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan n isi ActionScript secara otomatis.

D. Authoring DVD
adalah proses membuat DVD mampu memainkan video pada DVD player . DVD authoring software harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Forum DVD grup pada tahun 1995.



Sumber: http://multimediatekhnologi.blogspot.com/2010/10/perangkat-lunak-authoring.html
http://www.pustakasekolah.com/perangkat-lunak-presentasi.html2)     Gambar

4)     Audio Video

2. Manfaat Multimedia Interaktif

Manfaat Multimedia Interaktif dalam bidang Pendidikan / Khususnya Pembelajaran

  • Proses pembelajaran lebih menarik,
  • lebih interaktif,
  • jumlah waktu mengajar dapat dikurangi,
  • kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

Sedangkan keunggulan multimedia dalam hal pembelajaran antara lain  sebagai berikut :

  • Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.
  • Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
  • Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
  • Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
  • Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
  • Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Secara umum manfaat Multimedia Interaktif dapat dijadikan media :

  • Promosi (Company Profile,Iklan)
  • Tutorial (Panduan penggunaan alat)
  • Hiburan (Game)
  • dll

3. Tools dan Penggunaan

Secara umum perangkat multimedia dikategorikan sebagai berikut.

A. Perangkat keras multimedia

1.perangkat konektor

A. HDMI (High-Definition Multimedia Interface)

B. IDE (Integrated Drive Electronic)

C. MCI (Media Control Interface)

D. SCSI (Small Computer System Interface)

E. USB (Universal Serial bus)

2.perangkat input

Perangkat Pointing (mouse, touchpad, touchscreen, trackball, lightpen), keyboard, perangkat input audio (Microphone), serta perangkat input gambar dan video (scanner, la mera webcam).

3.perangkat output

Perangkat output terdiri atas speaker, amplifier, proyektor, monitor, dan printer

Multimedia Authoring Tools atau alat penyusun multimedia adalah paket perangkat lunak yang dapat dipergunakan untuk membuat dan paket penyampaian konten multimedia (gabungan dari teks, gambar, grafik, suara, animasi, dan video) kepada pengguna. Authoring tools menyediakan lingkungan terintegrasi untuk menyatukan semua elemen secara bersama-sama dalam sebuah produksi Multimedia.

Authoring
Multimedia Authoring Tools

Meskipun alat penyusun multimedia memiliki berbagai kegunaan, mereka umumnya digunakan untuk membuat modul e-Learning. Modul ini umumnya ditulis untuk memenuhi beberapa standar internasional, seperti SCORM (Shareable Content Object Reference Model) atau AICC (CBT) (Aviation Industry CBT Committee).

Distribusi konten yang dibuat dengan alat penyusun multimedia juga bervariasi. Metode Distribusinya meliputi: file web, kiosk, CD-ROM interaktif, dan file yang dapat dieksekusi. Karena istilah ini agak umum, banyak program yang dapat dianggap sebagai authoring tools, termasuk Adobe Flash, dan Microsoft PowerPoint. Namun, hanya sekelompok kecil program khusus termasuk dukungan untuk konten e-learning standar termasuk didalamnya, antara lain : e2train Composica, Macromedia (Adobe) Authorware, Adobe Director, Mohive, Lectora, Komposer FX, dan Presenter iSpring.

Adobe Flash (dahulu bernama Macromedia Flash) adalah salah satu perangkat lunak komputer yang merupakan produk unggulan Adobe Systems. Adobe Flash digunakan untuk membuat gambar vektor maupun animasi gambar tersebut. Berkas yang dihasilkan dari perangkat lunak ini mempunyai file extension .swf dan dapat diputar di penjelajah web yang telah dipasangi Adobe Flash Player. Flash menggunakan bahasa pemrograman bernama ActionScript yang muncul pertama kalinya pada Flash 5.

Sebelum tahun 2005, Flash dirilis oleh Macromedia. Flash 1.0 diluncurkan pada tahun 1996 setelah Macromedia membeli program animasi vektor bernama FutureSplash. Versi terakhir yang diluncurkan di pasaran dengan menggunakan nama ‘Macromedia’ adalah Macromedia Flash 8. Pada tanggal 3 Desember 2005 Adobe Systems mengakuisisi Macromedia dan seluruh produknya, sehingga nama Macromedia Flash berubah menjadi Adobe Flash.

Adobe Flash merupakan sebuah program yang didesain khusus oleh Adobe dan program aplikasi standar authoring tool professional yang digunakan untuk membuat animasi dan bitmap yang sangat menarik untuk keperluan pembangunan situs web yang interaktif dan dinamis. Flash didesain dengan kemampuan untuk membuat animasi 2 dimensi yang handal dan ringan sehingga flash banyak digunakan untuk membangun dan memberikan efek animasi pada website, CD Interaktif dan yang lainnya. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membuat animasi logo, movie, game, pembuatan navigasi pada situs web, tombol animasi, banner, menu interaktif, interaktif form isian, e-card, screen saver dan pembuatan aplikasi-aplikasi web lainnya. Dalam Flash, terdapat teknik-teknik membuat animasi, fasilitas action script, filter, custom easing dan dapat memasukkan video lengkap dengan fasilitas playback FLV. Keunggulan yang dimiliki oleh Flash ini adalah ia mampu diberikan sedikit code pemograman baik yang berjalan sendiri untuk mengatur animasi yang ada didalamnya atau digunakan untuk berkomunikasi dengan program lain seperti HTML, PHP, dan Database dengan pendekatan XML, dapat dikolaborasikan dengan web, karena mempunyai keunggulan antara lain kecil dalam ukuran file outputnya.

Movie-movie Flash memiliki ukuran file yang kecil dan dapat ditampilkan dengan ukuran layar yang dapat disesuaikan dengan keingginan. Aplikasi Flash merupakan sebuah standar aplikasi industri perancangan animasi web dengan peningkatan pengaturan dan perluasan kemampuan integrasi yang lebih baik. Banyak fiture-fiture baru dalam Flash yang dapat meningkatkan kreativitas dalam pembuatan isi media yang kaya dengan memanfaatkan kemampuan aplikasi tersebut secara maksimal. Fiture-fiture baru ini membantu kita lebih memusatkan perhatian pada desain yang dibuat secara cepat, bukannya memusatkan pada cara kerja dan penggunaan aplikasi tersebut. Flash juga dapat digunakan untuk mengembangkan secara cepat aplikasi-aplikasi web yang kaya dengan pembuatan script tingkat lanjut. Di dalam aplikasinya juga tersedia sebuah alat untuk men-debug script. Dengan menggunakan Code hint untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan dan pengembangan isi ActionScript secara otomatis.

Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.



Komponen-Komponen Authoring Tool

• Kebanyakan sistem authoring menyediakan fasilitas untuk :

– Loading dan saving aset media (graphics, suara, video, text, dll.)

– Creating atau editing audio dan graphic images

– Pembuatan page atau slide (layering data multimedia untuk membuat sebuah single page)

– Efek animasi untuk transisi

– Menspesifikasi urutan aplikasi

– Menambah kontrol interaktif untuk navigasi dan aksi pada saat run-time (dijalankan)

– Pembuatan distribusi berbasis CD-ROM atau web



Tipe-Tipe Authoring System

• Ada banyak model pengembangan yang bisa digunakan untuk pembuatan aplikasi multimedia

• Umumnya sistem authoring memiliki satu atau lebih kategori di bawah ini :

– Slide, card or frame based

– Icon based

– The score model

– Object-oriented models

– Scripting language based

• Beberapa sistem mengkombinasikan lebih dari satu kategori untuk mendapatkan tools yang lebih baik



Slide, Card atau Frame Based

• Pada sistem ini, elemen sistem authoring diorganisasikan seperti halaman buku atau tumpukan kartu

• Sistem authoring memungkinkan untuk menghubungkan halaman-halaman atau kartu-kartu tersebut dalam suatu urutan yang terorganisasi

• Dengan mengaktifkan suatu perintah user dimungkinkan untuk melompat dari satu halaman ke halaman lain, sesuai struktur navigasi

• Suatu halaman dapat berisi hyperlink ke halaman lain sesuai navigasi yang disediakan, atau juga dapat dilihat secara sekuensial

• Ada banyak parameter yang dapat diatur untuk mengatur keseluruhan aplikasi

– Contoh : warna background, default font, dll.



Icon-Based Authoring

• Setiap bagian merepresentasikan suatu icon (symbolic picture)

• Setiap icon melakukan tugas yang spesifik, misalnya : mainkan suatu suara (plays a sound)

• Icon kemudian saling dihubungkan untuk membentuk suatu aplikasi yang lengkap

• Dapat dengan mudah memvisualisasikan struktur dan navigasi dari aplikasi final



The Score Model

• Model ini memiliki analogi dengan score musik

• Namun yang dimunculkan bukanlah nada-nada untuk dimainkan melainkan obyek-obyek multimedia (suara, gambar, video, text, dll.) yang akan dipresentasikan pada suatu titik (waktu) tertentu pada score.

• Biasanya ada cara umum untuk menganimasikan obyek (misalnya : rotasi, scaling, mengubah warna, dll.) pada setiap transisi (yaitu saat obyek mulai dimainkan dan saat sudah selesai dimainkan)

• Setiap obyek multimedia hidup dalam suatu track

• Suatu score memiliki banyak track



Scores dan Timelines

• Timelines adalah cara yang efektif untuk merepresentasikan data multimedia selama jalannya presentasi atau aplikasi

– Time (waktu) direpresentasikan sepanjang sumbu x (x-axis)

– Tracks direpresentasikan sepanjang sumbu y (y-axis)

• Pembuat aplikasi dapat memindahkan obyek ke kiri dan kanan untuk mengubah urutan dari informasi dan memanjangkan



Scripting Language Based Models

• Model scripting memungkinkan pembuat aplikasi untuk menuliskan script (program) pendek untuk diasosiasikan dengan suatu

– Contoh : untuk menuliskan script untuk mengubah vol



Multimedia Programming Tools

• Programming tools berbeda dengan authoring tools, programming tools lebih low level dan pengembang diharapkan untuk memiliki pengetahuan tentang hardware dan bahasa pemrograman

• Programming tools memungkinkan pengembang mengakses banyak fungsionalitas daripada authoring tools tetapi membutuhkan lebih banyak usaha (dan uang!)

4.perangkat penyimpanan

A. CD (Compact Disk)

B. DVD (Digital Versatile Disk)

C. Hard disk

D. ROM ( Read Only Memory)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai